Jumat, 12 April 2013

PSSI MEMANG SEPANTASNYA DIBEKUKAN FIFA

Bila melihat dari kaca mata sejarah, FIFA telah menjatuhkan sanksi kepada 8 negara yang notabene akar permasalahannya adalah karena campur tangan pemerintah dalam kepengurusan sepak bola di negara tersebut. Namun ada dua permasalahan yang perlu kita telusuri ebih lanjut mengenai dua peristiwa yang sempat terjadi di Brunei Darussalam pada tahun 2009 dan juga Irak pada tahun yang sama.

Peristiwa pemberian sanksi Brunei Darussalam terjadi pada saat Sultan Brunei membentuk kepengurusan baru federasi sepak bola di negaranya dan sampai saat ini sanksi tersebut belum juga dicabut. Sedangkan Irak mengalami pertikaian antara dua kubu yaitu yaitu IFA (Federasi Sepak Bola Irak) dengan Komite Olimpiade Irak. Baru pada bulan Maret 2010 FIFA mencabut sanksi mereka karena kekisruhan sudah berhasil diselesaikan. Perlu diingat juga pada tahun 2007, Irak nyaris mendapatkan sanksi setelah pemerintahnya berniat membubarkan IFA.

Menghubungkan dengan polemik dualisme PSSi di sepakbola Indonesia, pemerintah (dalam hal ini Menpora ataupun Presiden) janganlah sampai turun tangan untuk ikut campur mengintervensi permasalahan kekisruhan PSSI dan KPSI. Memang tentunya banyak pihak yang menginginkan tindakan tegas dari pemerintah, namun jangan sampai berlanjut pada tindakan intervensi secara langsung. Cukuplah dengan himbauan dan juga peringatan agar para pengurus sepak bola tanah air bahwa tindakan 'kampungan' mereka malah akan membuat kondisi sepak bola kita semakin terpuruk.

Belum lagi kasus pemain yang tidak digaji oleh klub, termasuk kasus Diego Mendieta, pemain asing asal Paraguay yang bermain di klub Persis Solo. Dia menderita sakit parah sehingga akhirnya harus meninggal dunia, dan ia pun tidak mampu membayar biaya penyembuhan karena belum digaji dan tidak dibantu oleh klubnya selama berbulan-bulan! Kasus ini juga akan dipertimbangkan oleh FIFA dan ada kemungkinan PSSI akan dibekukan oleh FIFA selama 20 tahun!

Lalu kira-kira perlukah kita merasa takut terhadap ancaman sanksi FIFA? Tentu saja perlu bro. Sebagai otoritas sepak bola tertinggi yang diakui dunia, peranan FIFA sangatlah besar terhadap kemajuan sepak bola suatu negara. Peranan FIFA adalah sebuah pengakuan bahwa ada sebuah negara, yaitu Indonesia yang menjadikan sepak bola sebagai salah satu olahraga masyarakat di negara tersebut.

Tanpa ada pengakuan dari FIFA, Indonesia tidak dianggap sebagai suatu negara yang memainkan sepak bola sebagai salah satu olahraga mereka. Ribuan pemain sepak bola nasional yang mengadu nasib hanya akan merasakan kompetisi sepak bola sekelas liga tarkam (antar kampung) dan bukan tidak mungkin gaji mereka akan turun sangat drastis.

Gengsi yang tercermin dari rasa bangga masyarakat tidak akan terasa gegap gempita lagi dalam membela sepak bola tanah air, karena Indonesia tidak akan berlaga di turnamen internasional manapun karena tidak diakui FIFA. Jadi kesimpulannya, tentu saja para pengurus PSSI dan KPSI harus berkepala dingin mencari jalan damai dan meleburkan kepungurusan menjadi satu sehingga bisa mengikuti statuta FIFA yang berlaku dan terhindar dari sanksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar