Masih segar teringat di memori kita ketika Timnas Indonesia
memberlakukan kebijakan naturalisasi. Membawa Irfan Bachdim dan juga
Christian Gonzales yang akhirnya membuat Indonesia menjadi momok cukup
menakutkan bagi lawan – lawannya. Hampir saja menjuarai AFF 2010 sebelum
akhirnya kandas di tangan Malaysia.
Sayang sekali bahwa Diego Michiels, pemain naturalisasi berdarah
Indonesia – Belanda yang mempunyai performa gemilang harus mencoreng
mukanya sendiri karena perilakunya di luar lapangan. Diego menjadi
tersangka yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pria yang
katanya hanya menyenggol Diego sedikit di sebuah klab malam di Senayan.
Sang korban pemukulan Diego mengalami luka memar di mata dan wajah dan
melaporkan tindakan tersebut ke Polresta Tanah Abang. Atas kejadian ini
Diego terancam dipenjara 5 tahun dan dipastikan absen membela Timnas
pada ajang Piala AFF 2012 tanggal 24 November – 22 Desember.
Yang lebih lucu lagi adalah dimana Penanggung Jawab Timnas, Bernhard
Limbong meminta polisi untuk menangguhkan penahanan tersebut setidaknya
sampai kiprah Timnas terhenti di ajang Piala AFF. Well, memang peran
Diego sangat penting dalam menjaga sisi kiri pertahanan Timnas. Akan
tetapi, apakah kita benar – benar bangsa yang sudah melupakan harga diri
dan juga nilai tata karma dan sportivitas?
Alasan dibalik absennya Diego adalah karena perkara hukum yang menurut
undang – undang yang berlaku harus dihukum dengan hukuman yang setimpal,
karena tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum. Lagipula,
apakah masih pantas bila seorang atlet yang notabene sudah menjadi idola
masyarakat mempunyai perilaku layaknya preman yang bisa main hajar jika
tersenggol sedikit?
Prestasi gemilang tentunya layak kita lambungkan setinggi mungkin
karena adanya kualitas pemain profesional sekelas internasional untuk
membantu mendongrak kinerja Timnas. Akan tetapi jika pemain naturalisasi
tersebut ternyata malah membuat ulah, apakah masih pantas dipuja untuk
masuk Timnas? Kritikan yang memang nampaknya cukup keras tapi inilah
resiko yang harus dihadapi oleh seorang panutan masyarakat, khususnya
kaum muda dalam diri seorang atlit Timnas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar