Kamis, 25 April 2013

Masih Pantaskah Diego Michiels Masuk TIMNAS Indonesia

Masih segar teringat di memori kita ketika Timnas Indonesia memberlakukan kebijakan naturalisasi. Membawa Irfan Bachdim dan juga Christian Gonzales yang akhirnya membuat Indonesia menjadi momok cukup menakutkan bagi lawan – lawannya. Hampir saja menjuarai AFF 2010 sebelum akhirnya kandas di tangan Malaysia. 
 
Sayang sekali bahwa Diego Michiels, pemain naturalisasi berdarah Indonesia – Belanda yang mempunyai performa gemilang harus mencoreng mukanya sendiri karena perilakunya di luar lapangan. Diego menjadi tersangka yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pria yang katanya hanya menyenggol Diego sedikit di sebuah klab malam di Senayan. Sang korban pemukulan Diego mengalami luka memar di mata dan wajah dan melaporkan tindakan tersebut ke Polresta Tanah Abang. Atas kejadian ini Diego terancam dipenjara 5 tahun dan dipastikan absen membela Timnas pada ajang Piala AFF 2012 tanggal 24 November – 22 Desember.
 
Yang lebih lucu lagi adalah dimana Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong meminta polisi untuk menangguhkan penahanan tersebut setidaknya sampai kiprah Timnas terhenti di ajang Piala AFF. Well, memang peran Diego sangat penting dalam menjaga sisi kiri pertahanan Timnas. Akan tetapi, apakah kita benar – benar bangsa yang sudah melupakan harga diri dan juga nilai tata karma dan sportivitas? 
 
Alasan dibalik absennya Diego adalah karena perkara hukum yang menurut undang – undang yang berlaku harus dihukum dengan hukuman yang setimpal, karena tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum. Lagipula, apakah masih pantas bila seorang atlet yang notabene sudah menjadi idola masyarakat mempunyai perilaku layaknya preman yang bisa main hajar jika tersenggol sedikit?
 
Prestasi gemilang tentunya layak kita lambungkan setinggi mungkin karena adanya kualitas pemain profesional sekelas internasional untuk membantu mendongrak kinerja Timnas. Akan tetapi jika pemain naturalisasi tersebut ternyata malah membuat ulah, apakah masih pantas dipuja untuk masuk Timnas? Kritikan yang memang nampaknya cukup keras tapi inilah resiko yang harus dihadapi oleh seorang panutan masyarakat, khususnya kaum muda dalam diri seorang atlit Timnas.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar