![]() |
TIMNAS |
Piala AFF 2012 di Malaysia dan Thailand tinggal menunggu hari. Laga
pertama melawan Laos pada 25 November 2012 di Stadion Bukit Jalil, Kuala
Lumpur, Malaysia menjadi adalah tantangan pertama yang harus ditembus
Timnas untuk bisa menjadi kampiun Piala AFF 2012. Dengan hanya menjalani
dua langka persahabatan melawan Timor Leste (1-0) dan Kamerun (0-0),
sudah siapkah Timnas menghadapi Piala AFF 2012?
Minimnya persiapan mungkin sudah bukan barang baru bagi Timnas.
Kurangnya laga persahabatan karena mepetnya waktu persiapan plus perkara
PSSI ataupun KPSI sebagai penanggungjawab Timnas yang sempat dilanda
kekurangan uang untuk melakukan pertandingan uji coba dan untuk
berkompetisi di AFF, menjadi kendala-kendala yang harus dihadapi Timnas.
Tapi nyatanya dengan penuh optimisme, Nil Maizar sudah menyatakan bahwa
tim yang dia pimpin sekarang sudah mampu menjalin kekompakan yang
dibutuhkan untuk menampilkan permainan yang menarik untuk memenangkan
setiap pertandingan.
Di laga kontra Timor Leste, Timnas memang memperoleh kemenangan
dengan skor akhir “hanya” 1-0. Kemenangan yang pada waktu itu mengundang
cibiran banyak pihak. Hal ini tentu sangat wajar mengingat perbedaan
peringkat kedua Negara (Indonesia peringkat 165 FIFA, Timor Leste
peringkat 187 FIFA) begitu jauh. Belum lagi sangatlah terlihat bahwa
permainan dari kaki ke kaki yang cepat yang seharusnya menjadi ciri khas
Timnas belumlah terlihat. Tonny Cussel, pemain keturunan
Indonesia-Belanda masih belum terlihat untuk mengirimkan umpan-umpan
panjang kepada pemain lain. Ditambah pencipta gol semata wayang yaitu
Bambang Pamungkas yang terkesan hanya itu-itu saja. Seperti tidak ada
regenerasi yang mampu menggantikan peran Bepe.
Ketika melawan Kamerun, jujur saja memang permainan Timnas sudah
terlihat lebih baik. Timnas berhasil menahan Kamerun yang katanya adalah
pemain inti dan bukannya pemain U-23 walaupun kita tidak melihat adanya
Samuel Eto’o di sana. Irfan Bachdim sangat rajin untuk turun menjemput
bola. Kerja samanya dengan striker bongsor naturalisasi lainnya yaitu
Jhonny Van Beukeuring juga mulai terlihat padu. Kerja keras Tony Cussel
dalam membina lapangan tengah kali ini juga patut dipuji. Tusukan
mematikan dari kedua belah sayap pun juga sudah berkembang sesuai dengan
yang kita harapkan. Namun sayang peluang-peluang emas tersebut tidak
dapat diselesaikan menjadi gol.
Memang masih banyak kekurangan yang ada di tubuh Timnas terutama dari
kurangnya penyerang haus gol untuk menemani Bepe ataupun
menggantikannya jika ternyata sang pencetak gol terbanyak Timnas saat
ini tiba-tiba mandek dalam urusan mencetak gol. Semoga saja kali ini
Timnas berhasil mempersembahkan trofi dan tidak hanya sekedar euphoria nyaris menjadi juara saja seperti halnya di pagelaran Piala AFF tahun lalu.
Timnas needs your support bro! Hari ini….. Kita Harus Menang!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar